Tuesday, 2 June 2015

Food Combining itu Praktis, Menyehatkan, dan Tetap Enak!


Pertama kali mengenal istilah Food Combining (FC) awal tahun 2014. Masih ingat betul, waktu itu saya mengernyitkan dahi membaca status beberapa teman di frienlist FB yang bercerita tentang tradisi baru mereka mengawali hari dengan minum jeniper (jeruk Nipis Peras) hangat. Saya tak habis pikir dan bertanya-tanya, “ Apa ngak khawatir asam lambungnya naik minum jeniper pagi-pagi? Jeniper kan asam banget?”
Anehnya, mereka yang melakukan tradisi mengawali hari dengan jeniper hangat justru sering posting testimoni mereka setelah rutin menjalankan tradisi unik tersebut. Menariknya, testimoni mereka positif semua. Sama sekali tidak ada yang mengeluhkan efek negatif dari tradisi tersebut.

Sesuatu yang ‘beda’ bin ‘nyeleneh’ selalu bikin ‘kepo’ kan? Hehe…. Itulah yang terjadi pada diri saya selanjutnya. Meski sering mengernyitkan dahi membaca postingan teman-teman yang jeniperan pagi-pagi, namun saya semakin kepo ngikutin update seputar kebiasaan nyeleneh mereka itu. Hampir setiap hari stalking ke akun-akun mereka hihi… :) *bukatopeng.

Dari stalking dan kepo-kepo bergembira itu, saya makin hafal dengan tradisi baru mereka. Ternyata tradisi nyeleneh mereka tidak hanya minum jeniper hangat pagi hari. Akan tetapi mereka juga punya tradisi pola konsumsi yang berbeda dengan masyarakat umum. Yaitu, merka mengganti menu sarapan pagi dengan buah-buahan, tidak mengkonsumsi makanan sumber pati (nasi) dan sumber protein hewani (lauk pauk) secara bersamaan, dan seabrek pantangan yang menurutku tidak lazim. Mereka menyebut tradisi baru tersebut sebagai tren baru pola makan sehat yang disingkat dengan istilah keren Food Combining.

Nah keren kan istilahnya? Tapi apa dampaknya sekeren itu? Saya masih kepo dengan tradisi baru para pelaku food combining ini. Tapi, sepertinya mereka happy dengan pola makan itu. Mereka juga merasa lebih sehat dan menemukan perubahan positif pada tubuh mereka semenjak menerapkan pola makan FC ini.

Karena sering kepo dan stalking update para FC’ers saya jadi pengen tau lebih jauh tentang FC. Bersyukur beberapa waktu yang lalu saya mendapat kiriman buku cantik ini langsung dari penulisnya yang juga pelaku FC sejati.  Buku dengan cover yang cantik, berhias foto buah dan sayur ini berhasil menjawan rasa ingin tahu saya tentang FC. 
Food Combining dengan Cover Cantik
 Buku terbitan Kawan Pustaka ini diawali dengan informasi umum tentang apa itu FC pada bab pertama. Di sana pembaca diberikan informasi lengkap tentang pengertian food combining, pakar FC, dan penjelasan tentang sistem pencernaan, irama sirkandian, dan konsep asam basa yang menjadi latar belakang mengapa dalam pola konsumsi makanan kita harus menerapkan konsep FC ini. Dari bab awal ini saja pembaca sudah tercerahkan, mengapa kita harus menerapkan tradisi yang dipandang nyeleneh tersebut? Dari sini juga saya menjadi paham mengapa minum jeniper pagi-pagi tidak membuat asam lambung naik tapi justru memberikan efek positif bagi tubuh?

Setelah jelas tentang konsep dasar FC, maka pada bab selanjutnya kita disuguhkan informasi tentang aturan main food combining. Inilah inti FC yang sangat ingin saya tau. Anda juga? Yuk simak! Ternyata aturan main food combining ini sangat sederhana sekali. Secara garis besar aturan main food combining itu adalah:
  • Kenali apa yang kamu makan?
Dalam buku ini dijelaskan bahwa FC tidak menghilangkan unsur makanan tertentu dalam pola konsumsinya. FC fokus pada satu jenis makanan saja. Melainkan semua unsur makanan baik itu sumber karbohidrat, protein nabati/hewani, vitamin, dan mineral harus dikonsumsi dalam jumlah yang berimbang dan cara yang tepat. Oleh karena itu, untuk bisa menerapkan pola FC kita harus mengenali apa yang kita makan.

  • Boleh kok makan sampai kenyang, asal!

FC bukanlah program diet yang membatasi porsi makan. Boleh saja makan sampai kenyang, asal tidak berlebihan. Dan satu lagi, kunyah makanan dengan baik agar makanan tercerna dengan baik tidak hanya secara mekanik tapi juga kimiawi (enzim pencernaan)

  • Padu padankan jenis makanan yang dikonsumsi

Inilah yang dimaksud dengan combining (kombinasi). Dalam FC kita dituntut untuk bisa mengkombinasikan makanan yang kita konsumsi dengan benar. Agar makanan yang kita konsumsi tercerna dengan benar. Nah, penjelasan lengkapnya mengapa harus dikombinasi dan bagaimana cara mengkombinasikannya bisa Anda temukan pada buku cantik ini :)

  • Awali hari dengan jeniper hangat sebagai penyemangat

Jika umumnya di pagi hari disarankan untuk minum segelas susu, dalam FC Anda justru dianjurkan minum air jeruk nipis peras hangat (jeniper). Nyeleneh banget kan? Why? Jawabannya ada dalam buku ini J

  • Sarapan Buah

Enaknya aturan FC ini adalah kita tidak perlu repot memasak menu sarapan di pagi hari. Siapkan saja buah potong segar di meja makan atau segelas jus buah tanpa gula. Sarapan buah ini sudah cukup untuk cadangan energi hingga siang hari.

  • Minum air putih yang cukup

Dalam FC kita lebih disarankan memperbanyak minum air putih dari pada minuman jenis lainnya.

  • Sekali-kali cheating boleh lah!

Menjalankan tradisi FC ini tentu banyak godaannya. Jelas! Buktinya saya sampai sekarang masihbelum sempurna menjalankannya. Karena itu sekali-kali tidak masalah melanggar juklak, sebagai hadiah untuk tubuh hehe..


Nah, itulah sekilas aturan main FC yang dituliskan dalam buku ini. Masih banyak informasi menarik lainnya diberikan dalam buku ini. Mulai dari tips cara untuk memulai tradisi FC ditengah gempuran tren pola makan yang tidak jelas di sekitar kita. Juga ada tip menerapkan FC di berbagai tempat dan kesempatan. Misalnya tips FC ala anak kos, tips FC saat makan di kantor, saat pergi kondangan, saat makan di warteg dan lain sebagainya.

Menariknya lagi buku ini juga memberikan informasi tentang cara memilih, menyimpan hingga mengolah bahan makanan untuk FC’ers. Sangat lengkap sekali. Asyiknya lagi di sesi akhir kita disuguhi dengan aneka resep dan foto-foto masakan dan minuman sehat yang menggugah selera. Jadi langsung pengen praktek!

Di jamin deh setelah baca buku ini Anda akan tergugah untuk mengikuti pola makan sehat yang awalnya dipandang nyeleneh ini. Belum tergugah juga? Baca aja cerita inspiratif para pelaku food combining yang disajikan secara mencolak pada halaman 110-123 dalam buku ini. Masih ragu? Simak aja tanya jawab dokter seputar FC di halaman 103-107.Lengkap banget kan?

Jadi, jika Anda termasuk orang yang kepo dengan FC mendingan langsung jemput buku ini deh di toko buku terdekat. Di sini Anda bisa menemukan informasi lengkap seputar FC langsung dari praktisinya. Tidak perlu khawatir akan disuguhi dengan informasi yang njilimet dan gaya bahasa ilmiah tingkat tinggi. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami. Pembahasannya lugas, tuntas, dan tidak bertele-tele.

Selain itu pemilihan font-nya sangat oke. Bentuk, ukuran dan warna font-nya juga sangat bersahabat dengan mata. Warna-warni layoutnya membuat halaman demi halaman buku ini terlihat ceria dan tidak membosankan. Kita jadi ingin lagi dan lagi untuk membaca atau sekedar membolak balik halaman kertas yang tampak lux ini. Menurut saya, ibarat minuman, buku 'Food Combining, Pola Makan Sehat Enak dan Mudah' Ini ada jus buah tanpa gula. Praktis, sehat dan manis khas buahnya tetap terasa.  Jadi, tunggu apa lagi? Yuk ke toko buku!


5 comments:

  1. Terimakasih Mbak Neti sudah menuliskan review ini. Smoga Allah membalasnya. Aamiin :)

    ReplyDelete
  2. saya suka dengan tulisan mbak widya ...saya sudah mengalami manfaat FC ini sejak 10 th yang lalu sewaktu badab saya melar dan masih ngantor . Ternyata sebabnya adalah pola makan, ( goreng2aN) jajan setiap kali makan siang , musti sarapan bubur ayam he eh ..ternyata itu tidak menyehatkan ...sampai suatu hari saya mengikuti program FC ..bermanfaat .sehat dan pasti jarang sekali flu .... salam FC

    ReplyDelete
  3. Bagi yang ingin tahu (sekaligus praktik) FC, buku ini panduan yang bagus ya, Mbak :)

    ReplyDelete

Tinggalkan Komen Ya!

Menjejali Anak SD dengan Les Tambahan?

Tema CollabBlogging pekan ketiga ini bagi saya cukup sulit yakni tentang perlu menjejali anak SD dengan les tambahan? Mengingat saya be...