Monday, 31 August 2015

Senyum di Wajah Mereka adalah Berkah Terindah yang Selalu Ingin Kumiliki


Apa yang kita cari dalam hidup kalau bukan kebahagiaan. Harta, pangkat, jabatan, pasangan, anak, dan semua yang kita perjuangkan hanyalah media untuk meraih kebahagiaan tersebut. Namun, kebahagiaan justru tidak lahir dari apa yang kita dapatkan. Akan tetapi, kebahagiaan  justru hadir dari apa yang kita bagikan. Ketika kita bisa melukis senyum di wajah orang lain, justru di sanalah senyum juga akan terukir di wajah kita. Ketika kita bisa memberi kebahagiaan pada orang lain, justru di sanalah kita akan merasakan bahagia.
Dari sini aku menyadari bahwa berkah terindah dalam hidupku bukanlah ketika aku berhasil mendapatkan sesuatu. Akan tetapi berkah terindah yang selalu ingin aku miliki adalah senyum terindah di wajah mereka. Senyum terindah yang terukir karena setitik kebaikan yang bisa aku berikan untuk mereka.

Senyum Di Wajah Kedua Orang Tuaku


Berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika bisa melukis senyum di wajah kedua orang tuaku. Setiap jengkal perjuanganku tidak lain adalah untuk membahagiakan mereka. Aku berjuang menjadi yang terbaik di sekolah, tidak lain karena aku ingin melihat mereka tersenyum bangga. Aku berjuang agar bisa meraih gelar sarjana dari universitas terbaik, tidak lain karena aku ingin melihat mereka tersenyum bahagia. Aku berjuang menulis dan menerbitkan buku, juga tidak lain ingin melukis senyum bangga di wajah mereka.
Inilah cara sederhanaku untuk melukis senyum di wajah mereka

Senyum Di Wajah Sahabat


Berkah bagiku adalah ketika bisa melukis senyum di wajahmu wahai sahabat. Siapapun yang aku kenal, aku bahagia jika bisa membuat mereka tersenyum. Karena itu, aku berusaha agar setiap gerak lisan dan anggota badanku tidak melukai hati siapapun. Aku hanya ingin berbagi apa yang aku bisa dan miliki pada sesama. Sambil berharap semoga setiap kebaikan yang aku tebar bisa melukis senyum di wajah mereka. Sebab, sebuah senyum yang terukir di wajah sahabat adalah benih kebahagiaan yang menular. Tidak hanya pada mereka yang tersenyum. Tapi juga pada siapa saja yang menyaksikannya. Ah, aku hanya berharap duniaku penuh dengan senyum. Sebab, senyum adalah ekspresi bahagia yang nyata.

Senyum Di Wajah Mereka


Dan, tidak hanya itu. Aku ingin melukis senyum di wajah semua orang. Baik yang aku kenal maupun tidak. Melalui tulisan-tulisan sederhana yang ku ukir dalam setiap karyaku. Aku ingin membuat mereka yang pernah terpuruk kembali bangkit setelah membaca tulisanku. Aku ingin mereka yang sakit kembali bersemangat untuk sembuh melalui artikel-artikel yang kutulis di blog kesehatan. Aku ingin mereka yang ingin bertani, terinspirasi dari buku-buku pertanian yang aku tulis. Aku ingin makin banyak orang yang merasakan manfaat dari hal-hal sederhana yang aku lakukan. Baik secara lisan, tulisan, maupun perbuatan. Aku hanya ingin menjadi manusia yang bermanfaat, bagi semua ummat.
Ya, inilah keberkahan dalam hidupku. Berkah terindah dalam hidupku bukanlah saat aku menerima sesuatu yang besar dan mewah. Akan tetapi, berkah terbesar dalam hidupku adalah ketika aku bisa melukis senyum terindah di wajah orang lain. Baik melalui gerak lisan, gerak perbuatan ataupun goresan tinta dalam setiap karya-karya sederhana yang aku torehkan. Bagiku, setiap senyum memberi pesan bahwa mereka bahagia menerima manfaat dari apa yang aku lakukan. Dan, menjadi manusia bermanfaat adalah cita-citaku.
Sebagaimana pesan baginda Rasul, 

Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi sesama.”

 Inilah cara sederhanaku dalam memaknai hidup. 

Tulisan ini diikutsertakan dalam GA "Blessful August Giveaways by indahnuria.com"

Tuesday, 28 July 2015

Dia Telah Pergi…!

Ya, dia telah pergi dengan semua keindahan yang hadir bersamanya. Tidak sedetik pun kita bisa menahannya. Bahkan meski seluruh penduduk bumi mencegahnya berlalu, dia akan tetap teguh dengan prinsipnya. Dia akan tetap berlalu melanjutkan perjalanan panjang bersama waktu. Tidak sedikitpun dia lengah mengikuti ketetapan yang sudah ditentukan Allah untuknya. Kelak, pada putaran waktu berikutnya ia akan kembali menyapa ummat muslim dengan senyumnya.
Dia telah pergi kawan…
Orang-orang beriman yang terpanggil untuk memaksimalkan ibadah di bulan itu pastilah akan bersedih dengan perpisahan ini. Bahkan, keceriaan lebaran pun tidaklah mampu untuk menghibur hati. Sekalipun wajah berhias senyum menyambut setiap sanak dan kerabat yang bertandang, rasa kehilangan masih tetap menyisakan sendu dalam hati. Akankah di putaran waktu selanjutnya kita akan bertemu wahai bulan yang dimuliakan?
Dia yang dirindukan kini telah pergi lagi..
Meski dari awal sudah bertekad dalam hati untuk membersamainya dengan sepenuh hati. Akan bergandeng tangan setiap saat untuk bersungguh-sungguh menjemput ampunannya. Akan mengisi detik-detik bersamanya dengan ketaatan dan ibadah yang tiada putus.
Namun, beginilah aku manusia yang selalu lalai dan malas…
Tetap saja banyak kelalaian untuk membersamainya dengan ketaatan. Tetap saja waktu lebih banyak diisi dengan kelalaian dari pada ketaatan. Tetap saja, malam-malam diisi dengan tidur bukan dengan ibadah. Tetap saja tilawah masih keteteran, meski dia tidak berhenti mengingatkan akan keutamaan membaca Al quran di bulan ini.
Dan ketika tersadar, dia sudah pamit untuk pergi…
Langkah kaki pun tertatih untuk mengejarnya. Tapi apa daya, ketetapan-Nya juga yang akan berlaku. Kesempatan emas itu sudah berlalu teman. Sekarang dia sudah pergi.
Tinggallah kita dengan segunung sesal dan rasa sedih di hati. Sesal karena kesempatan indah itu sudah berlalu dan mustahil terulang. Sedih, karena telah menyia-nyiakan kesempatan indah yang telah dihadiahkan secara khusus oleh Allah Swt untuk kita.
Kini, kembali mengarungi sebelas bulan yang berat dan biasa. Sebelas bulan berjuang untuk merealisasikan pembinaan selama satu bulan Ramadhan. Akankah semangat dan aura Ramadhan masih tersisa dalam diri kita?
Dia memang telah pergi, tapi dia pasti kembali..
Ya, putaran waktu akan kembali membawanya pada kita. Hanya saja, tidak ada yang bisa menjamin usia kita sampai ketika dia kembali menyapa. Namun, jangan berputus asa kawan. Semua kita punya harapan yang sama untuk berjumpa dengannya di putaran waktu berikutnya. Teruslah berdoa agar Allah berkenan mempertemukan kita dengan kemuliaan Ramadhan yang tiada duanya. Tekadkan dalam hati untuk menjadikan setiap Ramadhan yang akan kita temui mendatang akan menjadi Ramadhan terbaik dalam hidup kita. Tidak ada yang mustahil jika Allah sudah berkehendak.
Ya, dia memang telah pergi. Namun, selalu masih terbentang harapan bahwa ia pasti akan kembali….

Tuesday, 2 June 2015

Food Combining itu Praktis, Menyehatkan, dan Tetap Enak!


Pertama kali mengenal istilah Food Combining (FC) awal tahun 2014. Masih ingat betul, waktu itu saya mengernyitkan dahi membaca status beberapa teman di frienlist FB yang bercerita tentang tradisi baru mereka mengawali hari dengan minum jeniper (jeruk Nipis Peras) hangat. Saya tak habis pikir dan bertanya-tanya, “ Apa ngak khawatir asam lambungnya naik minum jeniper pagi-pagi? Jeniper kan asam banget?”
Anehnya, mereka yang melakukan tradisi mengawali hari dengan jeniper hangat justru sering posting testimoni mereka setelah rutin menjalankan tradisi unik tersebut. Menariknya, testimoni mereka positif semua. Sama sekali tidak ada yang mengeluhkan efek negatif dari tradisi tersebut.

Sesuatu yang ‘beda’ bin ‘nyeleneh’ selalu bikin ‘kepo’ kan? Hehe…. Itulah yang terjadi pada diri saya selanjutnya. Meski sering mengernyitkan dahi membaca postingan teman-teman yang jeniperan pagi-pagi, namun saya semakin kepo ngikutin update seputar kebiasaan nyeleneh mereka itu. Hampir setiap hari stalking ke akun-akun mereka hihi… :) *bukatopeng.

Dari stalking dan kepo-kepo bergembira itu, saya makin hafal dengan tradisi baru mereka. Ternyata tradisi nyeleneh mereka tidak hanya minum jeniper hangat pagi hari. Akan tetapi mereka juga punya tradisi pola konsumsi yang berbeda dengan masyarakat umum. Yaitu, merka mengganti menu sarapan pagi dengan buah-buahan, tidak mengkonsumsi makanan sumber pati (nasi) dan sumber protein hewani (lauk pauk) secara bersamaan, dan seabrek pantangan yang menurutku tidak lazim. Mereka menyebut tradisi baru tersebut sebagai tren baru pola makan sehat yang disingkat dengan istilah keren Food Combining.

Nah keren kan istilahnya? Tapi apa dampaknya sekeren itu? Saya masih kepo dengan tradisi baru para pelaku food combining ini. Tapi, sepertinya mereka happy dengan pola makan itu. Mereka juga merasa lebih sehat dan menemukan perubahan positif pada tubuh mereka semenjak menerapkan pola makan FC ini.

Karena sering kepo dan stalking update para FC’ers saya jadi pengen tau lebih jauh tentang FC. Bersyukur beberapa waktu yang lalu saya mendapat kiriman buku cantik ini langsung dari penulisnya yang juga pelaku FC sejati.  Buku dengan cover yang cantik, berhias foto buah dan sayur ini berhasil menjawan rasa ingin tahu saya tentang FC. 
Food Combining dengan Cover Cantik
 Buku terbitan Kawan Pustaka ini diawali dengan informasi umum tentang apa itu FC pada bab pertama. Di sana pembaca diberikan informasi lengkap tentang pengertian food combining, pakar FC, dan penjelasan tentang sistem pencernaan, irama sirkandian, dan konsep asam basa yang menjadi latar belakang mengapa dalam pola konsumsi makanan kita harus menerapkan konsep FC ini. Dari bab awal ini saja pembaca sudah tercerahkan, mengapa kita harus menerapkan tradisi yang dipandang nyeleneh tersebut? Dari sini juga saya menjadi paham mengapa minum jeniper pagi-pagi tidak membuat asam lambung naik tapi justru memberikan efek positif bagi tubuh?

Setelah jelas tentang konsep dasar FC, maka pada bab selanjutnya kita disuguhkan informasi tentang aturan main food combining. Inilah inti FC yang sangat ingin saya tau. Anda juga? Yuk simak! Ternyata aturan main food combining ini sangat sederhana sekali. Secara garis besar aturan main food combining itu adalah:
  • Kenali apa yang kamu makan?
Dalam buku ini dijelaskan bahwa FC tidak menghilangkan unsur makanan tertentu dalam pola konsumsinya. FC fokus pada satu jenis makanan saja. Melainkan semua unsur makanan baik itu sumber karbohidrat, protein nabati/hewani, vitamin, dan mineral harus dikonsumsi dalam jumlah yang berimbang dan cara yang tepat. Oleh karena itu, untuk bisa menerapkan pola FC kita harus mengenali apa yang kita makan.

  • Boleh kok makan sampai kenyang, asal!

FC bukanlah program diet yang membatasi porsi makan. Boleh saja makan sampai kenyang, asal tidak berlebihan. Dan satu lagi, kunyah makanan dengan baik agar makanan tercerna dengan baik tidak hanya secara mekanik tapi juga kimiawi (enzim pencernaan)

  • Padu padankan jenis makanan yang dikonsumsi

Inilah yang dimaksud dengan combining (kombinasi). Dalam FC kita dituntut untuk bisa mengkombinasikan makanan yang kita konsumsi dengan benar. Agar makanan yang kita konsumsi tercerna dengan benar. Nah, penjelasan lengkapnya mengapa harus dikombinasi dan bagaimana cara mengkombinasikannya bisa Anda temukan pada buku cantik ini :)

  • Awali hari dengan jeniper hangat sebagai penyemangat

Jika umumnya di pagi hari disarankan untuk minum segelas susu, dalam FC Anda justru dianjurkan minum air jeruk nipis peras hangat (jeniper). Nyeleneh banget kan? Why? Jawabannya ada dalam buku ini J

  • Sarapan Buah

Enaknya aturan FC ini adalah kita tidak perlu repot memasak menu sarapan di pagi hari. Siapkan saja buah potong segar di meja makan atau segelas jus buah tanpa gula. Sarapan buah ini sudah cukup untuk cadangan energi hingga siang hari.

  • Minum air putih yang cukup

Dalam FC kita lebih disarankan memperbanyak minum air putih dari pada minuman jenis lainnya.

  • Sekali-kali cheating boleh lah!

Menjalankan tradisi FC ini tentu banyak godaannya. Jelas! Buktinya saya sampai sekarang masihbelum sempurna menjalankannya. Karena itu sekali-kali tidak masalah melanggar juklak, sebagai hadiah untuk tubuh hehe..


Nah, itulah sekilas aturan main FC yang dituliskan dalam buku ini. Masih banyak informasi menarik lainnya diberikan dalam buku ini. Mulai dari tips cara untuk memulai tradisi FC ditengah gempuran tren pola makan yang tidak jelas di sekitar kita. Juga ada tip menerapkan FC di berbagai tempat dan kesempatan. Misalnya tips FC ala anak kos, tips FC saat makan di kantor, saat pergi kondangan, saat makan di warteg dan lain sebagainya.

Menariknya lagi buku ini juga memberikan informasi tentang cara memilih, menyimpan hingga mengolah bahan makanan untuk FC’ers. Sangat lengkap sekali. Asyiknya lagi di sesi akhir kita disuguhi dengan aneka resep dan foto-foto masakan dan minuman sehat yang menggugah selera. Jadi langsung pengen praktek!

Di jamin deh setelah baca buku ini Anda akan tergugah untuk mengikuti pola makan sehat yang awalnya dipandang nyeleneh ini. Belum tergugah juga? Baca aja cerita inspiratif para pelaku food combining yang disajikan secara mencolak pada halaman 110-123 dalam buku ini. Masih ragu? Simak aja tanya jawab dokter seputar FC di halaman 103-107.Lengkap banget kan?

Jadi, jika Anda termasuk orang yang kepo dengan FC mendingan langsung jemput buku ini deh di toko buku terdekat. Di sini Anda bisa menemukan informasi lengkap seputar FC langsung dari praktisinya. Tidak perlu khawatir akan disuguhi dengan informasi yang njilimet dan gaya bahasa ilmiah tingkat tinggi. Buku ini ditulis dengan gaya bahasa yang santai dan mudah dipahami. Pembahasannya lugas, tuntas, dan tidak bertele-tele.

Selain itu pemilihan font-nya sangat oke. Bentuk, ukuran dan warna font-nya juga sangat bersahabat dengan mata. Warna-warni layoutnya membuat halaman demi halaman buku ini terlihat ceria dan tidak membosankan. Kita jadi ingin lagi dan lagi untuk membaca atau sekedar membolak balik halaman kertas yang tampak lux ini. Menurut saya, ibarat minuman, buku 'Food Combining, Pola Makan Sehat Enak dan Mudah' Ini ada jus buah tanpa gula. Praktis, sehat dan manis khas buahnya tetap terasa.  Jadi, tunggu apa lagi? Yuk ke toko buku!


Wednesday, 29 April 2015

#BeraniLebih Banyak Mencoba untuk Mewujudkan Mimpi Orang-orang Tersayang

Beberapa waktu yang lalu saya mencoba melakukan sambung pucuk untuk tanaman bougenvil si Emak. Ceritanya, si Emak lagi senang-senangnya merawat tanaman hias, termasuk bunga bougenvil. Bunga bougenvil akan lebih cantik jika disambung atau okulasi dengan tanaman bugenvil lain yang memiliki bentuk dan warna berbeda. Hal itulah yang mendorong Emak meminta saya membuat sambung pucuk untuk tanaman bougenvil.
Sambung pucuk adalah salah satu teknik pembiakan vagetatif pada tanaman. Tidak terlalu sulit jika kita sudah mengetahui tekniknya. Berbekal sedikit pengalaman pernah melakukan teknik sambung pucuk ketika duduk di bangku sekolah dan kuliah saya pun memenuhi permintaan Emak.
Karena sudah lama tidak memprakterkkan ilmu ini, sambung pucuk pertama yang saya lakukan gagal. Bagian tanaman yang disambungkan layu dan mati setelah disambungkan. Namun saya belum menyerah. Saya mencoba melakukan sambung pucuk pada pucuk yang lain. Hasilnya masih sama, bagian yang disambungkan tetap saja layu dan mati. Saya masih mencoba beberapa kali lagi, namun tetap belum memberikan hasil yang menggembirakan.

Pucuk Layu dan Busuk Setelah Satu Minggu
Saya mulai jengkel dan ingin menyerah saja. “Mendingan beli aja di tempat pembibitan bunga” pikir saya waktu itu.
Namun, tiba-tiba saya teringat bahwa Thomas Alfa Edison melakukan lebih dari 99 kali percobaan hingga akhirnya menghasilkan satu lampu fijar yang berfungsi. Coba seandainya dia menyerah pada percobaan yang ke 99 itu. Mungkin hingga hari ini kita masih berada dalam kegelapan. Lalu, saya mencoba melihat pada kondisi saya saat itu. Percobaan sambung pucuk yang saya lakukan mungkin baru hitungan jari. Itu artinya saya baru mengalami sedikit kegagalan. Jika saya menyerah dengan kegagalan ini, berarti saya tidak akan pernah bisa untuk selamanya. Tapi, kalo saya terus mencoba, saya akan terus belajar dan memperbaiki kesalahan. Boleh jadi pada percobaan berikutnya saya berhasil.
Berkaca dari semangat Thomas Alfa Edison, saya pun memutuskan untuk #BeraniLebih Banyak Mencoba. Saya tidak boleh menyerah dengan dua, tiga kali kegagalan. Saya akan terus mencoba dan mencoba hingga kegagalan itu bosan menghampiri saya.
#BeraniLebih banyak mencoba bukan berarti mengulang-ulang sesuatu dengan cara yang sama. Akan tetapi dalam mencoba ada proses belajar. Ulangi dan perbaiki kesalahan yang ada. Try and error. Cari tau penyebab mengapa percobaan pertama, kedua dan seterusnya gagal, kemudian temukan solusinya.
#BeraniLebih Banyak Mencoba
Hingga akhirnya pada kali mencoba berikutnya, membuahkan hasil yang menggembirakan. Sambung pucuk yang saya buat tidak lagi layu. Pucuk tetap segar, meski sudah berusia satu minggu semenjak disambung. Sekitar satu minggu lagi saya kira plastik pelindungnya sudah bisa dibuka. Dan tinggal menunggu waktu, bougenvil dengan bunga warna warni dalam satu pohon akan dimiliki. 
Akhirnyaaa....Berhasil!
Senangnya bisa mewujudkan keinginan Emak untuk memiliki bunga bougenvil aneka warna. Andai saya berhenti mencoba kemarin, mungkin saya tidak akan pernah bisa mewujudkan keinginan Emak dengan tangan sendiri. Alhamdulillah saya memutuskan untuk #BeraniLebih Banyak mencoba. Sehingga bisa melukis senyum puas di wajah Emak.
So, sahabat, yuk #BeraniLebih Banyak Mencoba. Agar semakin banyak mimpi orang-orang tersayang yang berhasil diwujudkan oleh tangan kita.

Neti Suriana
Twitter: @Aura_Husna


Merancang Design Pembelajaran

Berhubung Gdrive gagal terus ngunduh data, baik saya posting di sini saja. Belajar bagamana caranya belajar. Demikian materi yang diterim...