Monday, 9 September 2013

Bersyukur, Up Grade Innerbeauty

99% CASSH (Leutika, 2011)
 What is innerbeauty?
Wajah yang cantik tidak selamanya menarik di pandang mata. Tidak jarang kita bertemu wanita cantik, namun sikapnya tidak menyenangkan sehingga pesona kecantikannya dengan sekejap hilang dari hati kita. Atau tak jarang juga kita bertemu dengan wanita karier yang selalu tampil cantik, rapi namun saat berinteraksi selalu mengedepankan ego dan selalu merasa paling benar. Sudah pasti, kita tidak lagi memandang kecantikannya.
Di lain sisi, kita juga sering bertemu dengan orang yang wajahnya sangat biasa. Sederhana tanpa make up berlebih. Namun terlihat begitu menyenangkan dipandang, selalu tampak bersemangat dan menyelipkan rasa kekaguman di hati kita yang memandang. Setiap kali bertemu dengan orang seperti ini kita seringkali merasa betah dan ingin selalu bersamanya.
Di sinilah peran innerbeauty atau kecantikan ruhiyah dalam memciptakan rasa indah pada setiap mata yang memandang.
Pada dasarnya setiap insan memiliki potensi kecantikan ruhiyah yang dimilikinya semenjak lahir. Namun sayangnya, potensi ini tidak selalu mampu dibawa sampai dewasa. Kadang pengaruh lingkungan dan pola asuh secara tidak sadar telah mengikis keindahan innerbeauty tersebut. Sehingga tak jarang diantara kita malah kehilangan cahaya kecantikan yang hakiki ini.

Innerbeauty vs Bersyukur
Kaya dengan Bersyukur (GPU, 2013)

Percayakah anda bahwa ternyata bersyukur atau menjaga rasa syukur mampu meng-upgrade innerbeauty dalam diri kita? Jika kita mau sedikit mentadabburi ayat-ayat Allah baik yang tersurat dalam kitab suci-Nya, maupun yang tersirat dalam sunnatullah-Nya dalam kehidupan maka kita akan melihat dengan jelas bahwa bersyukur akan membuat kita semakin cantik.

 Bersyukur dalam study ilmiah
Adalah Robert Emmons seorang psikolog asal University of California pernah melakukan penelitian cukup mendalam tentang sikap bersyukur (ter. Profesor Emmons mulai melakukan study atau pengkajian mengenai hal ini pada tahun 1998.
Dalam penelitian tahap awal Profesor Emmons melibatkan para mahasiswa Jurusan Psikologi kesehatan di Universitasnya.
Dalam penelitian ini, beliau mewajibkan sebagian dari mahasiwa tersebut menuliskan lima hal yang menyebabkan mereka bersyukur setiap harinya. Sementara sebagian lainnya di wajibkan menuliskan lima hal yang mendorong mereka untuk berkeluh kesah.
Tiga minggu kemudian diperoleh hasil awal bahwa mahasiswa yang rutin menuliskan alasannya bersyukur rata-rata mengungkapkan bahwa adanya peningkatan dalam hal kesehatan jiwa, raga, ketenangan batin dan semakin baiknya hubungan dengan masyarakat dibandingkan dengan mereka yang suka berkeluh kesah.
Profesor Emmons melanjutkan pengkajian tentang sikap bersyukur ini pada tahun-tahun berikutnya. Dengan melibatkan berbagai kelompok masyarakat dan kondisi yang beragam. Dari berbagai survey yang dilakukannya, diambil suatu kesimpulan bahwa orang yang memiliki catatan harian tentang rasa syukur (terlatih untuk bersyukur) mengalami perbaikan yang signifikan dalam kualitas hidupnya.

Manfaat bersyukur
Syukur adalah salah satu sikap yang sangat dicintai oleh Allah. Dan pribadi yang bersyukur akan senantiasa mendapat limpahan cinta dari Allah SWT maupun makhlukNya yang lain.
Berkaca dari ayat-ayat Allah baik yang tersirat maupun yang tersurat dalam Al quran, dan dikuatkan melalui penelitian empiris oleh Profesor Emons di atas kita bisa menarik sebuah benang merah bahwa sikap syukur adalah salah satu senjata untuk meng-upgrade innerbeauty atau kecantikan lahiriah kita.
Seiring dengan pendapat profesor emmon di atas bahwa orang yang senantiasa bersyukur akan cendrung mengalami perbaikan dalam kualitas hidupnya, baik secara jasmani maupun rohani. Manfaat sikap syukur dalam mengupgrade innerbeauty kita diantaranya tampak dalam hal;
 
1.      Menumbuhkan optimisme
Bersyukur (berterimakasih) cendrung menumbuhkan sikap optimisime dalam diri. Insan yang senantiasa bersyukur akan senantiasa menanam harapan yang baik untuk masa depan, selalu bersemangat menjalani hidup, lebih tabah dan memiliki berbagai sikap positif lainnya.
Sikap-sikap positif ini akan memberikan efek yang positif bagi kehidupan seperti; kesuksesan dalam mencapai berbagai target, membaiknya kondisi kesehatan dan baiknya hubungan dengan sesama. Sikap positif juga menghadirkan wajah yang cerah ceria penuh semangat dan enak dipandang.

2.      Selalu tampil simpatik
Pribadi yang pandai bersyukur akan tampak selalu tampil sampatik dan menyenangkan. Mereka biasanya memiliki jiwa sosial yang tinggi, mudah bergaul, senang memberikan bantuan dan dukungan semangat pada orang lain. Kehadirannya senantiasa memberikan aura positif dan semangat bagi lingkungan. Kadang kala hanya dengan melihat sosoknya kita sudah menemukan semangat dan ketenangan. Pernah bertemu dengan sosok seperti ini?

3.      Menurunkan kadar materialistis
Pribadi yang bersyukur juga terbukti memiliki sifat materialistis yang lebih rendah. Mereka merupakan pribadi yang tidak menilai sebuah keberhasilan atau kesuksesan dari segi materi, tetapi mereka jauh lebih menghargai proses. Mereka juga bukan pribadi yang pendengki terhadap orang kaya, namun cendrung senang berbagi.
Pribadi yang ringan tangan dan zuhud dengan apa yang ada pada orang lain cendrung lebih disenangi dalam masyarakat. Kehadirannya selalu dinanti, dan menjadi tempat mengadu yang nyaman dan menyenangkan. Sifat seperti ini akan menciptakan karakter tersendiri pada diri seseorang.

4.      Senantiasa bahagia
Bersyukur juga bermakna senang dan merasa cukup  dengan apa yang dimilikinya. Sikap seperti ini akan menghindari seseorang dari stress dan beban pikiran yang berat. Sehingga wajahnya selalu terlihat bersinar bahagia, jauh dari kekusutan. Selalu melukiskan senyum dalam kondisi sesulit apa pun, demikian gambaran dari pribadi ini.

5.      Nikmat bertambah
Dan (ingatlah) ketika tuhanmu berfirman: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azabku sangat berat,” (QS Ibrahim:7)
Demikianlah janji Allah pada orang yang bersyukur. Allah berjanji akan menambahkan nikmatNya pada setiap hamba yang bersyukur. Hal itu sangat nampak jelas pada pribadi yang bersyukur. Nikmatnya disini tidak selalu dalam bentuk materi. Bisa saja dalam bentuk non-materi yang membuat seseorang yang senantiasa bersyukur selalu merasa kaya dan bahagia. Itulah sejatinya nikmat yang tidak bisa dihitung dengan angka.

Menumbuhkan rasa syukur
Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya untuk menumbuhkan rasa syukur dalam diri setiap waktu dan kesempatan. Atau dengan kata lain, bagaimana caranya menjadi pribadi yang bersyukur?
Menumbuhkan rasa syukur itu mudah. Namunmelanggengkan rasa syukur setiap waktu dan kesempatan itulah yang sulit.
Namun, kita bisa melatih diri agar senantiasa mampu menjaga sikap syukur tersebut sehingga menjadi karakter kita atau akhlak kita. Ketika sifat syukur itu sudah menjadi karakter atau akhlak kita maka dengan sendirinya ia akan timbul secara spontan setiap kali ia dibutuhkan. Nah dari sanalah innerbeauty tersebut akan terpancar. Innerbeauty adalah istilah lain dari akhlak atau kepribadian, ia muncul spontan. Tidak di buat-buat. Ia juga selaras antara perkataan dan perbuatan. Ia suatu yang alami dan natural.
Nah bagaimana cara untuk melatih agar  perasaan syukur tersebut menjadi akhlak dalam diri kita. Tips berikut mungkin bisa dijadikan sebagai panduan.

1.      Tetapkan niat
Niat yang tumbuh di dalam hati selalu melahirkan tekad untuk bertindak. Dengan menancapkan niat dalam hati berarti kita sudah memberikan perintah kepada sel-sel didalam tubuh kita, perasaan dan pikiran kita untuk bergerak mewujudkan niat tersebut. Sehingga dengan adanya niat jiwa dan pikiran kita lebih peka untuk segera berbuat dan berlatih.

2.      Biasakan bersyukur secara sadar dengan memvisualkan bentuk syukur tersebut setiap hari.
Memvisualisasikan rasa syukur membuat kita semakin yakin dengan besarnya nikmat yang telah kita peroleh. Memvisualisasikan rasa syukur ini bisa dengan cara menuliskan nikmat yang kita rasakan hari ini, membicarakan nikmat itu dengan orang lain dalam rangka mengambil hikmah bukan dengan tujuan riya, dan lain sebagainya. Penelitian Profesor Emmons juga membuktikan bahwa orang yang menuliskan rasa syukurnya setiap pekan akan merasakan manfaat jasmani dan rohani yang lebih dibandingkan dengan mereka yang terbiasa mencatat peristiwa yang menjengkelkan. Memvisualkan rasa syukur secara rutin akan membentuk mindsite tersendiri dalam pikiran kita, yaitu membiasakan diri untuk  mengungkapkan suatu yang positif setiap saat.

3.      Sempatkan diri untuk berbagi
Berbagi atau memberi membuat kita selalu merasa lebih beruntung dari orang lain. Setiap kali menyaksikan wajah orang lain yang menerima uluran tangan kita, saat itu juga kita merasa menjadi orang yang paling beruntung. Paling bahagia, bahkan melebihi kebahagiaan orang yang menerima.
Demikianlah, ternyata hanya dengan bersyukur sifat-sifat positif itu akan hadir membentuk karakter kita dan secara tidak langsung mampu mengembalikan fitrah innerbeauty kita.
note: artikel ini dimuat juga dalam buku '99% CASSH' terbitan Leutika 2011.

No comments:

Post a Comment

Tinggalkan Komen Ya!

Taman Kota, Ruang Publik yang Dirindukan!

Tidak berbeda jauh dengan kota-kota besar, Ruang Terbuka Hijau juga mulai sulit ditemukan di kota-kota kecil seperti kota kecamatan. ...